Hari ini cukup bahagia karena saya telah melewati tidur siang yg berkualitas. Kenapa..? Jujur belakangan ini tidur saya ngga nyenyak. Gelisah. Jangan tanya kenapa karena saya sendiri juga ngga tau apa sebabnya. Sekarang saya jadi sadar. Yg namanya ngantuk itu mahal, Jendral..! Tadi siang itu hujan. Hujannya nggak deras tapi cukup bikin keadaan jadi sejuk. Sejuk karena hujan dan sejuk karena air conditioner atau kipas angin itu beda menurut saya. Sejuk karena hujanlah yg menjadi favourite saya. Banget.
Saya cinta hujan sejak saya kecil.Saya suka bagaimana bulir rintiknya jatuh perlahan ke bumi. Membasahi tanah. Saya suka suhu yg seketika ditimbulkan oleh hujan. Saya suka bau hujan yg jatuh ke tanah. Baunya khas. Jujur. Saya suka bunyi gemericiknya yg beradu dengan genteng atau atap-atap rumah orang-orang. Tapi saya benci ketika hujan itu deras. Seakan-akan sedang marah pada bumi. Bukan damai yg saya rasakan. Justru saya ketakutan. Apalagi ketika saya sendirian di rumah.
Hujan itu hebat. Dia menyimpan rahasia orang banyak. Dia mengetahui bahwa ada yg sedang termenung di jendela ketika dia sedang turun. Dia mengetahui ada yg kecewa di balik city car seseorang. Dia mengetahui banyak orang yg sedang menahan rindu ketika ia sedang membasahi bumi.
Hujan buat saya erat kaitannya dengan kangen. Rindu. Korelasi yg sedikit membingungkan tapi terasa nyata buat saya. Ketika hujan, banyak yg semakin merindu. Seorang anak yg rindu akan tonjokkan kecil ayahnya. Seorang anak yg rindu akan pelukan hangat bundanya. Seorang istri yg merindukan kecupan mesra sang suaminya. Seorang suami yg merindukan masakkan rumahan yg biasa disajikan oleh istrinya. Dan rasa rindu kepada kekasih yg semoga saja merindukan kita juga.
Hujan itu hebat. Hujan itu anugerah. Sekalipun saya sedang mengendarai motor dan tiba-tiba mendadak hujan, saya akan tetap senang di dalam perjalanan. Karena saya bisa menikmatinya langsung.
Hujan itu surga. Nikmat ketika saya sedang duduk di balkon atas rumah dan menikmati secangkir kopi hitam. Menikmati lagu-lagu di ipod. Lalu secara otomatis pikiran saya terpusat ke orang-orang yg saya sayang. Kamu salah satunya :) Hujan dan secangkir kopi hitam. Itu nikmat. Karena mereka sama-sama mempunyai efek menenangkan. Jujur. Tanpa ada topeng dibaliknya. Tidak berpura-pura.
Ketika hujan, saya selalu berharap bisa menikmatinya bersama kamu. Mendengarkan bulirnya yg jatuh. Menhirup aroma air hujan yg bercampur dengan tanah. Menikmati kopi hitam dan kopi kesukaan kamu bersama. Lalu mendengarkan lagu-lagu favorit kita. Semoga suatu saat bisa terwujud yah :)
Hujan. Tolong jaga mereka yg kusayang. Tolong jangan sering turun dengan gusasr yah. Aku takut. Oh iya. Ada baiknya kamu turun ketika cucian di rumahku sudah kering. Biar nggak bau apek, Jan :)
Hujan. Ketika kamu turun dan kekasihku berada di tengah perjalanan dengan motornya, tolong jangan peluk dia dengan tanganmu yg dingin itu. Aku cemburu ketika memikirkannya :(
Hujan. Please tell him I miss him. Sangat.
Ijinkan aku memimpikannya lagi yah malam ini :)
Love,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar